Studi Kasus Itinerary

Itinerary 8 Hari Beijing, Xi’an, dan Shanghai dari Indonesia

Contoh itinerary ini menunjukkan cara menikmati rute klasik China dalam delapan hari tanpa memadukan setiap hari transfer dengan jadwal wisata yang terlalu penuh.

Hari 1-3: Beijing

  • Hari 1: tiba, check-in, dan orientasi ringan.
  • Hari 2: Tiananmen dan Forbidden City.
  • Hari 3: Great Wall lalu malam yang santai.

Hari 4-5: Xi’an

  • Hari 4: kereta cepat dan kawasan kota tua.
  • Hari 5: Terracotta Warriors dan malam fleksibel.

Hari 6-8: Shanghai

  • Hari 6: transfer dan suasana malam Bund.
  • Hari 7: Shanghai lama dan modern.
  • Hari 8: aktivitas ringan dan penerbangan pulang.

Siapa yang perlu menambah hari

Keluarga dengan anak kecil, lansia, atau peserta yang datang dari kota di luar Jakarta sebaiknya menambah satu sampai dua malam agar perjalanan tidak terlalu padat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah delapan hari terlalu singkat?

Masih bisa untuk peserta aktif, tetapi sembilan atau sepuluh hari lebih nyaman.

Kereta cepat atau penerbangan domestik?

Kereta sering lebih praktis dari pusat kota ke pusat kota jika transfer stasiun sudah diatur.

Apakah cocok untuk liburan sekolah?

Cocok jika tiket, hotel, dan jadwal atraksi dipesan lebih awal.

Gunakan contoh ini sebagai dasar, lalu sesuaikan dengan penerbangan dan kemampuan peserta.